Hanya Vano

2006 Kata

Jangankan mengantarkan Dita ke kampus, untuk membuka kedua matanya saja Vano tidak sanggup. Sehingga ia berbaring menahan sakit di kepalanya. Ingin rasanya saat ini Vano menyeru Dita dan meminta tolong agar dibawa ke rumah sakit. Atau setidaknya menghubungi dokter untuk memeriksa keadaannya saat ini. Demi apapun. Kepalanya terasa ingin pecah jika tetap dibiarkan tanpa penanganan apapun. Di dalam pikiran Vano, Dita tidak akan pernah peduli dengan apa yang dirasakannya saat ini. Akan tetapi, kenyataannya Dita tahu apa yang dirasakan dan dibutuhkannya saat ini. Tiba-tiba saja Vano merasakan seseorang meraih tangan dan memeriksa denyut nadinya. "Berapa banyak minuman yang ditenggaknya semalam?" tanya seorang pria paruh baya, yang menggunakan seragam hitam putih. Pria itu duduk di tep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN