Pernikahan yang Sesungguhnya

2364 Kata

"Kamu semalam tidur di konveksi? Sendirian?" tanya Vano. Begitu mereka berdua sudah berada di kamar. Dita yang langsung berbaring di ranjang, hanya mengangguk pelan. "Iya. Aku sedang tidak ingin diganggu makanya meminta para karyawan untuk merahasiakan keberadaanku. Karena aku yakin Kakak pasti akan mencariku ke sana." "Lalu?" "Aku bisa bekerja dengan tenang tanpa ada gangguan seperti tadi." "Setelah itu?" "Tidak ada. Semua berjalan dengan baik karena tugas dan pekerjaanku sangat banyak, jadinya aku sibuk dan bisa tidur dengan baik. Jadi, sekarang ingin tidur sejenak. Mataku sangat mengantuk." Vano menganggukkan kepalanya. Mendekati Dita dan mengecup pucuk kepalanya. "Tidurlah." "Kakak sendiri?" tanya Dita, seraya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia ingin tidur sejenak a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN