"SAH" Untuk yang kedua kalinya kata tersebut menggema. Saat Abdi selesai mengucapkan ijab qobul untuk Sherena, yang kini duduk gelisah di sampingnya. Gelisah karena tidak nyaman dengan kebaya dan make up tebal yang kini merias wajah cantiknya. Sebagai seorang pengantin wanita tentu saja ia harus berpenampilan sebagaimana pengantin umumnya. Meskipun sedari tadi ia meronta dan memohon agar melakukan akad dengan dress biasa saja. Namun, orang tua Abdi tentu saja tidak menginginkan hal tersebut. Meskipun pengantin wanitanya berganti dengan yang lain, tentu saja harus berpenampilan sama seperti yang lain. Harus tampil cantik dengan kebaya berwarna putih, yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Bahkan Sherena sulit bernafas karena kebaya yang dikenakannya sedikit sempit, sehingga membentuk

