"Papi jangan bercanda," keluh Dita. Melirik Vano yang kini berada di sampingnya. Karena tidak percaya dengan penjelasan yang diberikan Vano, tentang sedikit kekacauan yang terjadi di pesta pernikahan Abdi dan Viona. Vano menaikkan pundaknya. "Untuk yang satu ini aku tidak bercanda, Mi. Nggak ada untungnya bercanda untuk hal serius seperti itu. Lagian, lucu pun enggak." Vano menghentikan langkahnya. "Coba pikirkan alasan yang lebih tepat sehingga Abdi datang ke sini semalam. Padahal beberapa jam lagi dia akan melangsungkan pernikahan dengan Viona. Dan bukankah tadi juga sudah melihat, pakaian yang dikenakan Abdi masih batik yang kemarin?" Dita ikut menghentikan langkahnya. Berpikir sejenak apa yang dikatakan Vano padanya. Seketika pikiran Dita kembali ke hari wisudanya Viona. Dan meman

