Andai saja tadi sore Miko jadi mengajaknya untuk makan sate usus, tentu saja saat ini Viona masih bersamanya di luar. Tidak di rumah dan malah bertemu dengan Abdi, yang ternyata telah menunggu kedatangannya untuk mengajak makan malam di luar. Dasar Abdi yang tidak mau menyerah untuk mendapatkan Viona, ia rela datang hampir setiap hari hanya demi bertemu dengannya. Meskipun Viona sendiri berkali-kali menolak kehadirannya secara halus. Tapi, bukan Abdi namanya jika menyerah begitu saja. "Ikutlah bersama Abdi, Vi. Dan Ayah mohon untuk kali ini kamu jangan menolak apalagi lari seperti kemarin-kemarin." Ayahnya Viona sudah berada di depan pintu kamarnya, saat ia menghindari Abdi yang tengah duduk di ruang tamu. Gadis itu mendengus kesal. Meskipun tidak ada kata yang terlontar dari mulut

