Meskipun orang mengatakan rindu itu berat, tapi lebih berat lagi hati Dita yang harus meninggalkan Vano dan Miko berduaan di kantin. Karena ia dan Viona harus masuk dan mengantarkan tugas kepada dosen. "Aku dan Dita sudah lama saling mengenal. Tepatnya saat dia mulai memasuki sekolah menengah atas, hingga detik ini." Miko meraih air mineral yang ada di depannya. Menenggak sedikit, sebelum lanjut berkata, "Ketika aku mengambil S2, dia datang kesini sebagai mahasiswi baru. Semakin mempererat hubungan kami berdua." "Kalian berdua semakin dekat, hingga memutuskan untuk bersama. Tapi, sayang. Takdir berkata lain karena Dita adalah jodohku," potong Vano cepat, sebelum Miko selesai dengan ucapannya. Pria itu juga menatap tajam kepada Miko, yang sedari tadi begitu santai dalam menghadapinya.

