Berguling di atas ranjang? Sudah. Mengikuti kemana langkah Dita? Sudah. Sampai duduk termenung di atas kursi, seraya memperhatikan Dita pun sudah dilakukan Vano, dari pagi hingga sore hari. Bahkan kini pria itu sudah jenuh dengan apa yang dilakukannya saat ini. Karena Dita benar-benar tidak ingin ia ikut turun tangan untuk membantu. Dan saat sore menjelang, Dita mengakhiri pekerjaannya. Langsung berpamitan kepada para karyawan yang mendapatkan jadwal lembur hari ini, sebelum berangkat ke rumah mertuanya. Satu hak yang tak disadari Dita. Saat ia dan Vano keluar dari konveksi, dengan berjalan beriringan. Mereka berjalan beriringan seperti biasa, dengan saling bergandengan tangan satu sama lain. Dita sesekali mengangguk, menyahut sapaan karyawannya yang berselisih jalan dengannya. Disaat

