Enam puluh Tujuh

1512 Kata

Nawang menjalani hidupnya tanpa gairah. Ia hanya menuruti apa yang dikatakan Dokter tanpa mau benar-benar melakukannya. Satu-satunya semangat yang ia punya hanyalah berasal dari keluarganya yang tidak pernah berhenti menghibur dan memberikan dorongan positif padanya. Ia bahkan merasa bersalah karena Pram sempat resign dari pekerjaan lama dan harus susah payah mencari pekerjaan di negeri orang demi bisa mendampingi Marreta merawat Nawang. Terapi pertamanya dilaksanakan bertepatan dengan kembalinya Naga ke tanah air. Kakaknya harus mengurus hal-hal yang berkaitan dengan wisuda tapi tidak meminta keluarganya untuk hadir. Walau begitu, Nawang meminta kedua orangtuanya untuk terbang dan menemani Naga dalam hal pentingnya. Usaha Nawang meyakinkan orangtuanya bahwa dia baik-baik saja, akhirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN