Enam puluh Enam

1537 Kata

Naga kembali menyakukan gawai nya saat sambungan terputus. Dia menoleh ke arah adiknya yang sejak sadarkan diri semalam, hanya melamun dan terus melamun. "Kakak udah hubungin Abi, dia tadi pas di telepon engga ngomong apa-apa," ujar Naga memberitahu. Nawang bergeming. Tatapan nya masih lurus ke arah jendela kamar yang menampakan pemandangan sekitar yang enak dipandang. Tapi sayangnya, Nawang tidak berhasil mendapatkan efeknya. Karena seindah apapun pemandangan di depan matanya, hati nya sudah menanggung sakit yang tidak tanggung-tanggung. Dalam tidur dia berusaha untuk bangun demi Abimana. Tapi begitu bangun dirinya justru cacat, kakinya tidak bisa ia gerakkan begitu ia membuka mata. Menurut diagnosa Dokter, beberapa bagian tubuhnya kehilangan kemampuan karena terlalu lama tidak digunak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN