"Menikah?" Abimana agak terkejut saat mendapati Novita berada di ruang tamu rumahnya saat ia baru saja pulang sekolah, ditemani Mbok Lastri sedangkan ayahnya berganti baju di kamar. Dia pun berinisiatif menemani Novita menggantikan Mbok Lastri dan setelah ayahnya datang, dia mendapatkan kejutan kedua. "Iya, tapi cuma kalau kamu ngijinin. Kalau kamu engga suka ide ini, kami juga engga akan lanjutkan rencana kami," jawab Bara tegas. Abi memandang antara ayahnya dan wanita cantik yang duduk berdampingan dengan ayahnya itu. Agak mencolok memang tapi tidak terlalu terlihat, karena bagaimanapun mereka berbeda lebih dari sepuluh tahun. Abi ngeri kalau sampai ayahnya akan mendapat predikat pedhopil. Tapi melihat Novita sepertinya menerima Bara dengan tulus, terlebih Abi juga menyukai wanita ini

