Empat puluh Lima

1517 Kata

"Apa.. Na?" Abi mengerjap beberapa kali sambil menatap ke arah Nawang yang menunduk dan tersenyum malu. "Tadi itu.. apa bisa dibilang ciuman?" ulang Nawang, kali ini ia memberanikan diri menatap Abi. Abi menggaruk kepalanya salah tingkah sekaligus bingung. Tadi ia hanya refleks melakukan itu karena melihat Nawang yang beberapa kali memegangi bibirnya dan juga menggigit bibirnya, membuat naluri Abi sebagai lelaki berjalan dengan sendirinya. Lantas, bisakah kecupan ringan yang hanya berlangsung satu detik itu disebut sebagai ciuman? "Mungkin?" Abi menjawab ragu sambil memiringkan kepalanya. Nawang bereaksi dengan menggigit bibirnya pelan, hal yang justru membuat Abi menggeram tertahan. "Na, kamu tahu engga kenapa tadi aku tiba-tiba nyium kamu?" tanya Abi. Nawang menatap Abi lalu meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN