Enam puluh Dua

1555 Kata

Abimana mengendarai mobilnya di atas kecepatan rata-rata. Dia harus bergegas, dia harus menemui Ayahnya untuk meminta bantuan. Bahkan untuk menyadari itu, dia harus berdiam selama 15 menit dan memutuskan untuk langsung pergi meninggalkan Naga yang masih berada di tempat terakhir mereka bertemu. Nawang, gadis cantik, tomboy dan supel itu. Gadis yang pertama kali mengajaknya bicara dikelas, Gadis yang tidak menjauh saat tahu bahwa Abimana adalah seorang tunawicara, yang justru berkata dengan entengnya bahwa dia juga bisa bahasa isyarat. Gadis yang dengan berani menjambak rambut Putri saat Putri menyiram semua buku tugas Abi. Gadis yang.... Gadis yang sangat dia cintai. Abimana menangis. Mencengkeram setir begitu erat. Dia ketakutan, takut tidak akan bisa melihat senyum itu lagi. Membayan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN