Yuda melihat Cakra yang termenung dan di saat itu dia masih membuat nya bingung.
"Cakra, Apakah kau tahu keadaan Fara sekarang? aku sekarang mencari dia entah ke mana dia berada tetapi menurutku itu harus secepatnya dia kita hadapi jangan sampai ada orang lain dia menggantikannya Kok dengar sendiri kan apa itu adalah keinginan dia sejak dulu Memang aku sudah memaksa dia sampai dia kesal dan marah kepadaku tapi bukan terbaik untuk dia bukan terbaik untukku, di sisi lain banyak yang kuharap dari dia. Sampai aku harus melakukan yang terbaik juga untuk dia." Ucap Yuda kepada Cakra yang saat ini masih keras hatinya kalau semua nya bisa di hadapi satu sama lain nya.
"Iya, aku paham apa yang kau maksud itu tetapi aku berharap juga sih jangan sampai ada permasalahan yang baru datang di sisi lain juga kehidupan itu akan berjalan lancar. Sampai detik ini aku akan tetap bertahan demi mendapatkan yang terbaik, bagaimanapun kejadian yang sudah terjadi akan tetap membuahkan hasil dengan baik sampai beberapa saat pun juga di sini. Harapan itu membuat kenyataan menjadi nyata di mana titik darah penghabisan tersebut terjalin dengan baik itu lah yang akan terus dihadapi bersama sampai kapan pun." Ucap Cakra yang menjelaskan apa pun kepada Yuda yang saat itu.
“Eeehhmm.... Dian aku paham apa yang sudah terjadi saat ini juga, di dalam kehidupan ini melakukan kejadian yang sudah di anggap berarti di dalam kehidupan yang nyata saja. Begitu lah yang dia rasakan tanpa memikirkan kejadian yang sudah terjadi satu sama lain nya diri ini semakin mendalam saja sejujur nya saja tidak ada yang dia anggap semua nya bisa di andalkan satu sama lain nya sampai lah begitu lah kejadian yang akan diri ini mendalam satu sama lain nya lagi.” Ucap Yuda kepada Dian yang saat itu menjadi semakin tidak menentu juga.
Dian terus melakukan nya sampai di mana Yuda yang ingin mengeluarkan cairan yang kental dengan segera mungkin saat itu semua nya dia lakukan kalau diri Yuda merasa kalau di titik kepuasannya menjadi satu sama lain nya lagi.
“Hm iya sini aku peluk, begitu lah yang di ingin kan satu sama lain nya lagi, begitu besar rasa yang di inginkan satu sama lain nya di sisi lain pun kejadian diri ini menjadi satu sama di sisi lain pun kejadian yang akan mendalam.”
“Iya, aku sangat menyayangi kau saat ini kau juga mengatakan kalau semua nya bisa di andalkan satu sama lain nya di dalam kehidupan diri ini mendalam saja, kau memang Dian yang aku sayangi selama ini akan membuat diri menjadi satu sama lain nya lagi, begitu lah keadaan yang terbaik satu sama lain nya di dalam kehidupan mendalam satu sama lain nya kejadian diri ini menjadi satu sama lain nya lagi. Berjanji lah kepadaku untuk tetap bersama dan jangan pergi melakukan apa pun kejadian yang akan terbaik satu sama lain nya lagi, di dalam kehidupan ini.” Ucap Dian kepada Yuda sambil menatap dengan tenang.
Yuda terdiam saat itu entah apa tiba tiba tersadar dari semua nya bisa di lakukan satu sama lain nya lagi di dalam kehidupan mendalam satu sama lain nya, di sisi lain pun kejadian akan mendapatkan yang terbaik juga di sini semua nya bisa di andalkan satu sama lain nya lagi kehidupan mendalam tanpa memikir kan perasaan yang yang setengah saja, dia takut untuk berjanji kepada Dian takut nya dia tidak bisa melakukan nya sampai detik ini menjadi satu sama lain nya lagi.
Rasa bersalah yang di rasakan Yuda itu timbul saja dan dia menganggap semua nya di lakukan hanya kasihan dan dia merasa terjebak dengan seorang wanita yang sama sekali tidak dia cintai karena hati dan dia merasa bersalah, berulang kali kesalahan itu menghantui nya dan di saat ini diri nya menjadi Dian yang tidak bertanggung jawab dan sudah melakukan yang sudah tidak baik.
“Sayang, kau kenapa diam saja? Bukan nya aku berbicara dan menanyakan.” Ucap Dian kepada Dian.
“Eh... maaf kau tanya apa tadi?” Tanya Yuda yang saat itu masih bingung dan tidak bisa di lakukan satu sama lain nya lagi.
“Aku mengatakan berjanji lah kepada diriku kalau kau tidak akan meninggalkan aku, aku tidak mau setelah ini kau membenci aku dan tidak bisa aku lakukan lagi sampai kapan pun kejadian yang sudah terjadi sampai detik ini pun kejadian yang sudah di andalkan satu sama lain nya lagi di dalam kehidupan nyata. Cepat katakan kepadaku!” Dian berkata.
“Hm... iya, sudah lah jangan banyak bicara lagi kita tidur saja lagi untuk apa lagi besok pagi sekali kita akan tidur dan saat ini juga mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya di sisi ini menjadi satu sama lain nya lagi di dalam kehidupan diri ini. Ucap Yuda kepada Dian.
“Terima kasih sayang, iya sudah ayo kita tidur lagi dan besok mau ke kampus juga dan merasa kalau semua kita selesaikan saat ini juga demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya.” Ucap Dian sambil perlahan memejam kan mata nya saat itu.
Yuda termenung dan tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi semua nya sampai di sini pula kejadian yang akan di buat demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya lagi. Begitu meresahkan hati nya jika memikirkan apa yang akan mendapat kan yang terbaik satu sama lain nya lagi di sini.
Di dalam hati nya berkata dengan hati yang sangat resah sekali sama sekali membuat keraguan diri ini menjadi satu sama lain nya lagi di hadapan semua nya bisa di jadikan satu sama lain nya di hadapan diri ini semakin mendalam.
“Kenapa aku harus mengatakan kalau semua itu di jalani sampai detik ini pun kejadian yang diri ini mendalam satu sama lain nya lagi. Di hadapan diri menjadi satu sama lain nya lagi di lakukan di hidup ini menjadikan satu sama lain nya di dalam kehidupan mendalam satu hal yang sama juga di sisi Dian pun aku masih belum sanggup, semoga saja aku bisa menjalani sampai kapan pun itu kejadian yang akan membuat ke dalam satu sama lain nya diri ini mendalam.” Ucap Yuda yang sampai bingung untuk menjalani nya bagaimana lagi.