"Sial!" Rio mengumpat saat ia tak menemukan siapa pun di ruangan itu. Kosong. Tapi Rio yakin, mereka belum pergi jauh. Alvin pun tak kalah geram. Para penjaga yang sudah terkapar itu menjadi pelampiasan marahnya. Meski sudah menjerit dan merintih, Alvin tetap menghajar mereka. Dorr!! Dorr!!! Rio dan Alvin terkesiap saat mendengar suara tembakan dari arah belakang. Ify! Satu nama terpikirkan oleh mereka berdua. Tak menunggu waktu lama, Alvin dan Rio segera berlari menuju belakang rumah. Suara tembakan yang saling bersahutan, semakin menambah kecepatan mereka dalam berlari. Lorong demi lorong mereka lewati namun tak juga menemukan jalan keluar. Dengan kesal, Alvin menendang tempat sampah yang ada di dekatnya. "Sialan! Tempat apa sih ini?" gumamnya kesal. Bagaimana tidak? Mereka sud

