Rio memandang dua orang di depannya ini dengan jengah. Alvin yang sibuk sendiri dengan ponselnya dan Ify yang sibuk dengan pistolnya. "Nggak ada yang berniat ngasih saran gitu?" pancing Rio. Alvin dan Ify tetap bergeming. Semua sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Rio tak habis pikir, ini yang punya Ayah siapa yang khawatir siapa. "Lo pada nggak budek kan?" seru Rio kesal. "Nggak!" sahut mereka serempak namun tetap tidak mengalihkan perhatiannya. "Bisa nggak sih serius dikit aja?" Rio mulai meninggikan suaranya membuat Alvin dan Ify terpaksa meninggalkan aktivitasnya. "Bokap kalian diculik, tapi kenapa kalian tenang-tenang aja?" tanya Rio heran. "Gue lagi mikirin caranya," sahut Alvin santai. "Kira-kira lo tahu kemungkinan bokap lo dibawa ke mana?" tanya Rio namun mendapatk

