Alvin memandang geram ke arah pintu di mana pria tadi berdiri di sana. Langkah kaki membawanya keluar dan menemukan para penjaga yang tergeletak tak sadarkan diri. Alvin memeriksa para penjaga itu. Sepertinya, mereka hanya pingsan karena terkena obat bius, pantas saja Alvin tidak mendengar suara keributan dari tadi. "Sialan!" desis Alvin tajam. Ia merasa kecolongan. Jika saja ia lebih waspada, mungkin hal ini tak akan terjadi. Dan apa yang di katakan pria tadi? Alvin sungguh ingin melenyapkan Mark dengan tangannya sendiri. Kenapa saat ingatannya kembali, ia harus menghadapi berbagai rintangan seperti ini. Kondisi Ify yang masih agak lemah meski sudah stabil. Walaupun ia sudah melihat kemampuan Ify, tak mungkin ia mengijinkan adik perempuannya ikut andil untuk menyelamatkan Ayahnya. Rio.

