Ify masih menegang karena gumaman lirih Alvin namun tetap terdengar untuk telinganya yang cukup peka. Dengan ragu, Ify menatap Alvin yang juga tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan. Ify mencoba memahami arti dari tatapan Alvin, netra coklat milik Alvin membuat Ify seolah ikut masuk ke dalamnya. Menimbulkan rasa yang aneh namun nyaman. Ify seolah enggan untuk berpaling jika saja Sivia tidak mengacaukan suasana. "Ini kenapa lo berdua malah tatap-tatapan, sih? Nggak lihat di sini masih ada orang?" gerutu Sivia sebal. Ify mendelik mendengar ucapan Sivia. "Nggak jelas." "Kalian berdua yang nggak jelas. Ngapain sih tatap-tatapan kaya gitu? berasa di film India aja, nggak sekalian pasang tiang?" "Tiang buat apaan?" tanya Alvin dengan wajah polos. "Buat gebukin lo berdua

