Kondisi Ify dan Alvin mulai membaik. Ify sudah bisa berjalan dengan jarak yang cukup dekat. Jika terlalu jauh, ia akan merasakan nyeri di perut. Masih beruntung peluru kemarin tidak menembus organ vitalnya sehingga pemulihan tergolong cepat. Selama di rumah sakit, Sivia tidak pernah absen untuk menjenguk Ify dan Alvin. Terkadang, Sivia menginap di rumah sakit jika Rio sedang ada urusan. "Lo kenapa masih di sini sih, Vi?" tanya Alvin heran. Pasalnya Sivia sejak tadi pagi setia di samping Ify yang terus tidur. Sivia mendelik. "Kenapa? Lo nggak suka?" Alvin berdecak. "Bukannya gitu, emang lo nggak dicari sama bokap lo karena pergi terlalu lama? Lagian di sini berbahaya. Lo takut sama pistol kan?" "Nggak ada yang nyari gue. Gue udah bilang sama Bonyok kalau ada urusan di sini," ujar Sivia

