Sadar

979 Kata

Sivia memandang sendu Ify yang masih terbaring dengan berbagai alat untuk menopang kehidupannya. Ify yang selama ini terlihat dingin, cuek dan tegas kini terbaring lemah tak berdaya. Pandangan Via beralih kepada Alvin yang juga terbaring lemah dengan perban putih di kepalanya. "Kenapa semuanya jadi kaya gini sih, Fy?" dumel Sivia pelan. Gadis itu benar-benar tidak menyangka sahabat setannya ini bisa tumbang juga. Selama ini dia berpikir Ify itu kebal, karena selama menjabat jadi sahabat Ify ia tidak pernah mendengar kabar Ify sakit. Sekalinya dengar, Ify malah koma. "Eh, lo mau ke mana?" tanya Sivia saat dilihatnya Rio beranjak dari duduknya. "Bukan urusan lo!" jawab Rio singkat. Sivia menggerutu pelan namun matanya membelalak lebar saat ia tak sengaja melihat jari Ify bergerak. "Eh,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN