Hukuman Untuk Paijo

1232 Kata
"Aneh.." "Mi.." "Iya pi, ada apa?" tanya Titah. "Ikut papi sebentar yuk.." jawab Afgan. "Iya.." seru Titah patuh pada suaminya. "Ada apa sih pi?" tanya Titah lagi penasaran. "Si Paijo kenapa sih mi?" tanya Afgan heran. "Gak tau pi, tadi juga sok-sok kasih nasihat gitu ke kita." jawab Titah. "Kayanya dia gak senang deh kalau kita punya anak lagi?" "Oh mungkin Paijo kasihan sama mami makannya Paijo begitu, atau juga mungkin dia tau betapa capeknya mengurus anak setelah melahirkan pi." "Alah kaya Paijo pernah ngerasain yang namanya melahirkan seorang anak saja?" "Memangnya papi pernah?" "Ha.." Afgan terkejut saat mendengar pertanyaan dari istrinya. "Saatnya makan siang.. Loh kalian sudah di sini papi dan mami kalian mana?" tanya kanjeng ibu. "Gak tau kanjeng eyang uti." jawab Citra. "Itu dia mami dan papi, kanjeng eyang uti." jawab Afgan Junior juga menunjuk ibu dan ayahnya yang baru saja tiba di meja makan. "Oh iya benar itu mereka diajeng, anak dan menantu kita." kata kanjeng romo. "Assalamu'alaikum." Titah dan Afgan memberikan salam. "Wa'alaikumussalam." jawab semua yang ada di meja makan. "Oh ya nduk, habis sarapan siang ibu mau ajak kamu keluar rumah." kata kanjeng ibu. "Kemana bu?" tanya Titah dan Afgan bersamaan. "Ke bidan.." jawab kanjeng ibu. "Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.." Afgan keselek saat memakan makanannya karena terkejut dengan perkataan dari kanjeng ibu yang mengajak istrinya pergi ke bidan. "Pelan pi.." kata Kaamil. "Iya mil.." sambung Afgan. "Ini minumnya pi." kata Citra memberikan minum pada ayahnya. "Iya terimakasih sayang." "Sama-sama pi." "Untuk apa kanjeng ibu kita ke bidan?" tanya Afgan. "My son's son-in-law is how, like having children first, you already have three children. Your mother-in-law's mother invited my daughter, your wife to check her content which she said was pregnant again. You are strange, Mr. Afgan Syah Reza just grows you ask for ..." keluh kanjeng romo. "Why's kanjeng eyang romo?" tanya Citra. "Kanjeng eyang romo dizziness of my granddaughter." jawab kanjeng romo. "Diajeng.." "Inggih kang mas.." "Later after lunch the head massage is very dizzy ..." pinta kanjeng romo. "Inggih kang mas.." kata kanjeng ibu patuh. Beberapa Jam Kemudian.. "Selesai juga pijit kepalanya kang mas, Afgan, Titah, Stop.." pinta kanjeng ibu. "Inggih kanjeng ibu." kata Afgan dan Titah patuh. "Kalian sudah siap kan?" tanya kanjeng ibu. "Haduh mas Afgan bagaimana ini?" Titah ~ "Tenang saja sayang, biar mas Afgan yang atasi ya." Afgan ~ 'Kok malah main lirik-lirikan..?' tanya kanjeng ibu dalam hati. "Loh memangnya mau kemana ya kanjeng ibu?" tanya Afgan. "Loh kamu ini bagaimana sih kan tadi di meja makan saya bilang kalau saya mau ajak kalian berdua ke bidan, untuk cek kandungan istri kamu, kamu lupa ya gan?" "Oh iya lupa kanjeng ibu hehe." jawab Afgan. "Gimana ini sayang bantuin dong hehe." Afgan ` "Oke mas Afgan tenang ya." Titah ~ "Tuh kan main lirik-lirikan lagi hmm mencurigakan?" kata kanjeng ibu yang curiga pada anak dan menantunya. "Mas Afgan lupa bu, dan Titah juga ada panggilan mendadak dari kantor harus ke sana sekarang persiapan untuk rapat besok, Titah di antar mas Afgan, Titah dan mas Afgan pamit pergi dulu ya bu, assalamu'alaikum." jawab Titah yang beralasan pada ibunya. "Uh you two wait to stop there." kata kanjeng ibu yang semakin curiga pada anak dan menantunya. "Iya bu. Ada apa?" tanya Titah. "Urusan kantor di tunda saja dulu, sekarang kalian berdua ayo ikut ibu ke bidan, kang mas sudah siap?" "Sudah diajeng, ayo berangkat." "Hemm.." keluh Afgan dan Titah pasrah. Sesampainya Di Rumah Sakit.. "Duh kok jadi ibu yang deg deg an kaya gini ya." kata kanjeng ibu tidak sabar sambil menunggu nomer antrian anaknya di panggil. "Sabar diajeng habis ini Titah juga di panggil." sambung kanjeng romo menenangkan hati istrinya. "Nyonya Afgan Syah Reza.." perawat memanggil nama Titah. "Nah kan benar.." kata kanjeng romo. "Duh mas bagaimana ini?" Titah ~ "Gak tau sayang." Afgan ~ "Sana masuk ke dalam, biar kanjeng romo yang tunggu di luar." "Yuk.." ajak kanjeng ibu pada anaknya dan menantunya. "Inggih bu.." kata Afgan dan Titah bersamaan. ----- "Assalamu'alaikum." kanjeng ibu, Afgan dan Titah memberikan salam. "Wa'alaikumussalam." jawab dokter Mila. "Permisi dok.." kata Afgan. "Iye pak Afgan dan mak sile duduk." sambung dokter Mila. "Dokter tolong periksakan kandungan putri saya." pinta kanjeng ibu. "Baik mak sile nyonta Afgan ikot same saye." pinta dokter Mila. "Mas gimana?" Titah ~ "Sudah tenang, turuti saja dulu permintaan kanjeng ibu dan dokternya sayang." Afgan ~ Beberapa Menit Kemudian.. "Bagaimana dok keadaan kandungan putri saya?" tanya kanjeng ibu. "Keadaan kandungan baik-baik saja ibu, tidak ada masalah dan tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan." jawab dokter Mila. "Alhamdulillah.. Terus bagaimana keadaan calon putri dan menantu saya sehat kan dok di dalam kandungan?" tanya kanjeng ibu lagi penasaran. "Ha.. Calon anak?" tanya dokter Mila juga heran. "Iya, kan putri saya sedang mengandung dok." jawab kanjeng ibu. "Maaf ibu, nyonya Afgan memang kandungan nya baik-baik saja dan beliau tidak sedang hamil." jelas dokter Mila. "Apa..!! Titah.. Afgan.." kata kanjeng ibu terkejut mendengar penjelasan dari dokter. "Inggih kanjeng ibu.." jawab Afgan dan Titah bersamaan. "Kalian berdua sungguh tega ya membohongi ibu kalian, terutama kamu nduk, anakku sendiri.." kanjeng ibu kecewa. "Ibu, saya bisa jelaskan.." kata Titah. "Kalian.." kanjeng ibu jatuh pingsan. "Loh, loh, loh.. Kanjeng ibu.." kata Afgan. Kanjeng ibu akhirnya di bawa pulang oleh Afgan, kanjeng romo dan Titah. Sesampainya di rumah kanjeng romo dan kanjeng ibu sama kecewanya pada Titah dan Afgan. Kanjeng romo sangat marah pada Titah dan Afgan karena kabar kehamilannya kanjeng romo jadi kembali lagi ke Malaysia. "Kalian berdua sungguh membuat ibu kecewa ya Titah, Afgan." kanjeng ibu marah dan kecewa saat mengetahui kebenaran saat Titah tidak hamil. "Apa lagi kanjeng romo. Kalian berdua tau kanjeng romo jadi kembali lagi ke Malaysia, itu hanya demi kalian berdua yang mendapatkan kabar kalau kamu hamil lagi tah.." kanjeng romo juga kecewa. "Kanjeng romo, kanjeng ibu, Titah dan mas Afgan bisa jelaskan kok, duduk dulu ya dan dengarkan penjelasan dari kita dulu ya." pinta Titah. "Tidak perlu.." tolak kanjeng romo dan kanjeng ibu bersamaan. "Loh kanjeng ibu, kanjeng romo mau kemana?" tanya Afgan. "Saya mau ke kamar.." jawab kanjeng ibu. "Ayo kang mas kita ke kamar saja." ajak kanjeng ibu. "Iya sayang." sambung kanjeng romo. "Tap-tap-tapikan kanjeng romo, kanjeng ibu, tunggu dulu.." kata Afgan yang ingin menjelaskan sesuatu. "Stop Mr. AFGAN SYAH REZA." kanjeng ibu membentak Afgan dan melenggang masuk ke dalam kamar Afgan dan Titah. "Duh salah masuk kamar lagi.." keluh kanjeng romo. "Titah.." "Inggih kanjeng romo." jawab Titah. "Kamu urus ibumu yang salah masuk ke dalam kamar." pinta kanjeng romo. "Inggih kanjeng romo." kata Titah patuh. Tok.. Tok.. Tok.. Titah mengetuk pintu kamarnya. "Kanjeng ibu.." "Apa lagi sih?" tanya kanjeng ibu. "Maaf kanjeng ibu salah masuk kamar, ini kamar Titah dan mas Afgan." jawab Titah. "Oh.." kanjeng ibu masih marah dan pergi ke kamarnya. Ketika kanjeng ibu ingin ke kamarnya kanjeng ibu di hadang oleh Paijo dan mengusir kanjeng ibu karena meminta anak dari Afgan, menantunya. Mendengar suara ribut-ribut kanjeng romo, Afgan dan Titah datang dan menjelaskan semuanya, karena terjadinya kesalahpahaman, Paijo juga mendapatkan hukuman dari kanjeng ibu yaitu mengepel seluruh ruangan yang ada di rumah Afgan selama sebulan. "Ingat ya jo selama sebulan penuh." kata kanjeng ibu. "Ta-tapi kanjeng ibu.." sambung Paijo. "Gak ada tapi-tapiaan atau gaji kamu tidak akan diberikan." ancam kanjeng ibu. "Jangan dong kanjeng ibu huwa.. Masa gaji saya selama sebulan huwa.." "Yeh itu sih DL." "Apaan tuh kanjeng ibu?" tanya Paijo. "Derita Loh.." jawab kanjeng ibu meninggalkan Paijo di tengah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN