Prolog
Kiara Anindya Pramudyatama anak terakhir keluarga Pramudyatama. Tuan Pramudyatama sendiri adalah pengusaha terkenal di Bandung. Usaha nya sudah melanglang buana ke seluruh Indonesia. Kiara memiliki dua orang kakak laki-laki yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Brama Pramudyatama kakak pertamanya ini sekarang menetap di Jakarta menjalankan cabang perusahaan ayahnya disana. Ia sudah menikah dan memiliki dua orang putri yang sangat cantik. Tetapi kasih sayangnya untuk si bungsu tak pernah berkurang.
Kakak kedua Kiara adalah Keenan Pramudyatama. Keenan berbeda dengan Brama yang sudah menikah padahal usianya sudah sangat pantas untuk menikah. Ia ingin memastikan kebahagiaan sang adik. Ia tak akan menikah sebelum adiknya menikah. Tak akan ada yang melindungi si bungsu kalau di rumah jika dia menikah. Keenan tidak tertarik menjadi pebisnis. Ia lebih suka menekuni pekerjaannya sebagai seorang dokter kandungan. Bukan tanpa alasan ia memilih profesi ini. Ia tak ingin kejadian yang menimpa mamanya delapan belas tahun lalu terulang lagi.
Tuan Pramudyatama adalah pebisnis yang paling ditakuti di Indonesia. Kiprahnya di dunia bisnis tidak dapat diragukan lagi. Ia dulu sangat ramah dan murah senyum tapi semua itu lenyap ketika ia kehilangan belahan jiwanya saat melahirkan anak bungsunya. Ia terus menyalahkan bayi mungil yang dilahirkan sang istri. Kalau tidak melahirkan bayi itu pasti istrinya masih hidup. Kalau istrinya tidak bersikukuh untuk mempertahankan janinnya pasti ia sudah hidup bahagia dengan istrinya. Kebenciannya berlanjut sampai sang putri berusia 18 tahun.
Kiara tak pernah tahu kenapa papanya selalu menatapnya dengan benci dan tak pernah sekali pun menyurahkan kasih sayang untuk dia. Kiara kecil selalu merengek kepada kakak-kakaknya kenapa bukan papa nya yang menjemput sekolah. Ia selalu iri dengan teman-temannya yang selalu didampingi kedua orang tua dan kejadian ini terus berlanjut sampai dia kuliah.
Alvaro Prasetya
Anak pemilik usaha percetakan dan properti ternama di Jogja. Siapa orang di Jogja yang tidak kenal dengan Bagas Prasetya si pengusaha berwajah dingin. Alvaro Prasetya pemuda berusia 30 tahun tersebut tak pernah ingin terjun ke dunia usaha. Ia lebih menikmati profesinya sebagai seorang dosen. Ia berhasil menyelesaikan S2 di Belanda dan sekarang dia mengajar di salah satu kampus ternama di Jogja. Ia memiliki Ibu yang sangat cantik dan baik hati. Aida Prasetya cinta pertama Alvaro. Bukan tanpa alasan Alvaro masih stay di Jogja karena ia tak bisa jauh dari mamanya. Tapi satu hal yang tidak bisa Al turuti dari mamanya yaitu menikah. Sungguh dia masih nyaman dengan kesendiriannya.
Al memiliki dua orang adik kembar perempuan. Aina Prasetya dan Aisha Prasetya. Keduanya kini sudah berumah tangga semua. Oleh karena itu, mamanya selalu memaksa Al untuk menikah. Tapi bukan Al kalo bisa menolak dengan berbagai cara ahahaha. Dia masih ingin menikmati karirnya sebagai dosen sastra Inggris.