Anton sudah sampai di kantor Rangga, ia duduk di ruang kerja Rangga. Sedangkan Rangga menatap sahabatnya aneh. “Mau ngapain lo kesini?” tanya Rangga dengan wajah penasaran, sedangkan Anton pun terkekeh. “Lo kaya nggak tau aja, udah jelas gue mau usaha,” jawab Anton dengan menaik turunkan kedua alisnya. Rangga pun mengangguk, ia sudah paham dengan niat Anton. Namun, ia berpura-pura tidak tahu. “Tapi, lo harus siap-siap, Wanda itu susah di deketin,” ujar Rangga memberitahu pada Anton. “Oke. Gue bakal coba dulu,” “Ya, lo coba aja… Wanda itu punya masa lalu buruk dari kabar yang gue pernah denger, makanya dia susah buat di deketin.” “Gue bakal terus usaha sampai dia bener-bener pengin gue mundur, gue nggak apa-apa.” Ujar Anton dengan sungguh-sungguh. “Rara lagi ngapain?” Anton pun men

