Bab 22

2249 Kata

Rara pun semakin dibuat terkejut dengan perlakuan Rangga yang secara tiba-tiba menarik lengannya dengan lembut. Rara pun semakin merasa cengo, jantungnya terus berdebar-debar dengan cepat. Rara dan Rangga pun masuk ke dalam ruang kerja Rangga, dan benar yang di katakana oleh Rangga, jika disana sudah ada Anton, dan juga Dandi. “Hal, manis…” sapa Dandi saat melihat Rara masuk bersama Rangga. “Pagi, kak. Ih, kak Dandi, rara samperin ke rumah sakit nggak ada disana, taunya malah nongkrong disini,” ujar Rara sembari mengerucutkan bibirnya. Dandi pun cengengesan tidak jelas. “Maaf ya, kak Dandi nggak tega sama mereka berdua, katanya udah kangen banget sama kak Dandi,” ujar Dandi dengan menunjuk Rangga, dan Anton. “Eh, sarap.. mana ada begitu,” ujar Anton. “Ih, Kakak… nggak boleh ngomong

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN