… Saat Rara dan Rangga bersiap untuk tidur, Rangga mematikan lampu dan Rara sontak langsung memeluk Rangga. “Maaf,” Rara seperti mendengar bisikan menyeramkan itu di telinganya. Tubuh Rara gemetaran, ia merasa sangat takut. Ia langsung memeluk tubuh Rangga erat dan Rangga pun tersadar, ia langsung menyalakan lampu. Saat ia menoleh ke Rara, ternyata wajah Rara sudah pucat dengan air matanya mengalir di pipinya. “Maaf, maaf…” Rangga langsung membawa tubuh Rara ke dalam dekapannya. “D-dia datang,” ujar Rara ketakutan. Rangga benar-benar merasa bersedih, Rara menjadi seperti ini. Rasa trauma yang amat dalam dan membuat luka yang pastinya akan terus berlanjut seumur hidupnya. Rangga menyesal, ia kalah dengan keadaan. Harusnya, sejak awal ia berani menentang perjodohan Rara dengan Firman

