Rara tidak mau menjawab telepon dari kedua orang tuanya. Dia benar-benar masih merasa kecewa dengan mereka, terutama ayahnya. "Untuk apa mereka telepon aku coba? mereka udah nggak butuh aku kan?" gumam Rara seorang diri. Lalu ponelnya kembali berdering dan menampulkan nama Firman di layar ponselnya. Dia benar-benar sangat membencinya, laki-laki yang sangat kurang ajar menurutnya. Rara pun berniat mematikan ponselnya, namun senyuman manis terbit di bibir ranumnya. Rara pun menghubungi seseorang untuk menjemputnya sekarang. Di sisi lain Rangga sedang sibuk dan akan memulai meeting perusahaan pagi ini, namun dia menghentikan kegiatannya sejenak lalu melihat layar ponselnya, melihat nama Rara tertera disana. Rangga mengulum senyum dan dengan segera menjawab panggilan itu. "Assalamualaiku

