… Sebulan kemudian, kedua orang tua Rara pun Masih belum tahu tahu hal ini. Rara dan Anton masih merahasiakannya. Mereka hanya tahu saat Rara yang tiba-tiba saja berlari menuju kamar mandi karena mual, mereka bisa menebak jika Rara masuk angin. Namun saat waktu sudah menunjukan jam tiga sore, Rara masih belum juga keluar kamar. "Sayang, ada apa?" "Rara pusing, Bun." "Masuk angin?" Rara malah justru menangis dan menunjukkan hasil tes. "Sayang, ini milik siapa?" *Ma, hiks… ini milik Rara," "Jangan bercanda," "Ma, Rara di perkosa sebulan lalu, Rara nggak tahu siapa orang itu. Rara, argh!" Tubuh Rara dan sang bunda lemas seketika, melihat hasil tes itu. Rara hanya bisa menangis, menangis tanpa henti. Jantung sang mama seakan berhenti. "Hiks..hiks.. Bunda, Rara nggak mau, Bun."

