Saiman sudah membawa koper hitam berisikan uang. Ditaruhnya koper itu di atas meja bertatakan kain merah tipis yang sudah tersedia. Beberapa jawara yang mendampingi berparas keras tanpa ekspresi. Tidak hanya itu, Saiman juga mengumpulkan sekawanannya siap membantu sekitarnya posisinya terdesak. “Mana pria sok jagoan itu!” seru Saiman sembari meludah, “Saya yakin ia takut menemui kita!” “Sabar, Guru. Kita tunggu sebentar lagi,” ucap seorang jawara bernama Deden. Deden salah satu jawara kebanggaan Saiman, selama ini pria itulah yang kerap diandalkan olehnya. Saiman mendengkus kasar, diingatnya kejadian tadi malam membuatnya gusar. Harga diri terasa diinjak-injak bahkan Ben membawa Lela sebagai jaminan. “Aargh! Kelamaan. Saya tidak ingin Lela mereka lecehkan, tak sudi saya jika harus mema

