“Lakukan perintah, atau kau kami habisi!” Suara itu mengancam. Hadi bergeming. Suara itu terus mendesaknya. “Ayo lakukan atau kekasihmu yang bernama Nayla Putri itu akan kami buat menderita. Kau hanya ada dua pilihan, melakukannya dan Nayla akan selamat, atau kau boleh membangkang tetapi gadis yang kau cintai itu ... mati.” “Enggak! Oke, aku akan melakukannya tapi jangan pernah sakiti Nayla. tapi gua nggak yakin Nayla ada sama kalian.” “O, ya? Saya beritahu, Ben sudah menyerahkan Nayla pada kami.” “Apa?” Mendadak lidah Hadi terasa kelu. Ia kesulitan berkata-kata. Dalam hati, ia sangat membenci Ben, tega sekali Ben menyerahkan Nayla pada komplotan penjahan seperti Alex, pikir Hadi. Sebenarnya ia merasa ada kejanggalan, tetapi situasi yang ia hadapi sekarang tak bisa membuatnya ber

