"B-baik, Tuan. Sekali lagi terima kasih atas kesempatan keduanya. Terima kasih telah mengampuni permohonan maaf saya," kata Nani tampak semringah, yang kini sudah bisa tersenyum meskipun wajahnya masih kusut bekas air mata. Pandu hanya mengangguk, lalu mengibaskan tangannya mengusir Nani. Begitu melihat pelayan wanita itu keluar dari ruangannya, dia menatap Pak Jo dengan tajam. "Disiplinkan semua pelayan, Pak Jo, jangan sampai kecolongan lagi. Periksa semua kandidat calon pelayan, dan perketat keamanan di rumah belakang!" Pandu memberikan perintah pada sang kepala pelayan rumahnya itu. "Baik, Tuan. Saya akan melaksanakan perintah Anda," jawab Pak Jo, sampai menundukkan kepala di hadapan sang majikan seolah menunjukkan rasa hormatnya. "Pergilah!" pinta Pandu kemudian. Pak Jo menga

