Nani baru saja selesai menelpon Sonya. Wanita itu menurunkan ponsel, kemudian memasukkannya ke dalam saku seragam pelayan. Tepat di depan Nani, ada Tama yang sejak tadi mengawasinya. “Tuan." Nani menelan ludah, lalu menunduk setelah tahu ada Tama. "Saya sudah menuruti semua perintah Anda." Tama menyilangkan tangannya di depan d**a. "Apa kata Sonya? Apa dia percaya?" "Sepertinya, Nona Sonya percaya dengan informasi yang saya sampaikan, Tuan," jawab Nani tanpa berani menatap Tama. “Apalagi yang dia katakan?” tanya Tama penuh selidik. Ia mendengar pelayan itu menolak tugas yang diberikan kepada Nani, tapi Tama tidak tahu tugas apa itu. “Nona Sonya meminta saya untuk mencari bukti kalau Tuan dan Nyonya Amanda menikah?” Nani meremas-remas jemarinya. Ia khawatir kalau Tama akan marah p

