Bab 26. Pindah Rumah

1317 Kata

"Tunggu sebentar, Sayang," gumam Amanda meminta si kembar berhenti, "sepertinya, di luar ada suara Paman baik. Kalian tunggu di sini, ya. Ibu mau temui Paman Tama dulu." Entah ada angin apa, Tama tiba-tiba datang kemari. Ketika Amanda bertatap muka dengan lelaki itu, Amanda menemukan wajah khawatir Tama. "Ada apa, Mas?" tanya Amanda kepada laki-laki yang selama ini menjadi pelindungnya. Tidak biasanya Tama datang di siang hari, apalagi di jam kerja. “Apa terjadi sesuatu padamu?” "Amanda, kemasi barang-barang kamu dan si kembar sekarang juga. Ayo, ikut saya pergi,” ucap Tama, lalu mengirim pesan kepada seseorang. Entah siapa yang ia hubungi itu, Tama terlihat serius menatap layar ponsel dan jari-jari yang mengetik dengan cepat. Amanda mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa maksud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN