Tidak mau Tama mengetahuinya kalau sejak tadi ia membuntuti mereka, Sonya segera pergi dari tempat itu. “Untuk hari ini sudah cukup.” Sonya tersenyum licik saat melihat hasil rekamannya. Wanita itu segera pergi meninggalkan Amanda dan Tama yang masih berada di taman bermain. Sonya mengendarai mobilnya sambil tersenyum penuh kemenangan. “Aku akan jadikan ini senjata di saat yang tepat.” Sesampainya di rumah ia langsung menghubungi pelayan yang menjadi mata-matanya di rumah Pandu. Namun, tidak ada jawaban dari pelayan itu walaupun ia sudah menghubunginya berkali-kali. Dan itu membuat Sonya marah dan membanting ponselnya. Sedetik kemudian wanita itu mengambil kembali ponselnya dan mengusap-usap benda pipih itu. “Di dalam sini ada senjata yang paling berguna untukku,” gumam Sonya sambil

