“Pandu, apa pekerjaan Tama masih banyak?” tanya Sonya pelan, “aku ingin meminta bantuannya.” Sonya menelpon Pandu untuk berpura-pura meminta tolong kepada Tama. “Tama itu bukan pesuruh,” kata Pandu sedikit meninggikan suaranya, “lagi pula dia izin pulang cepat karena sedang tidak enak badan.” Perasaan Pandu sedang sensitif, ia sangat kesal karena sudah sekali untuk bertemu dengan Alana. “Ya sudah tidak apa-apa kalau tidak boleh, tapi tidak perlu marah-marah seperti itu.” Sonya segera menutup teleponnya tanpa menunggu sahutan dari Pandu. 'Ternyata Pandu tidak tahu apa-apa. Itu artinya ada hubungan serius antara Amanda dan Tama. Mungkin kedua anak itu buah hati mereka' batin Sonya sambil tersenyum miring. Wanita itu belum melihat wajah Alan yang begitu mirip dengan Pandu. Alan terhal

