Pandu segera kembali ke kantor setelah menunggu lama di depan sekolah Alana, tapi ia tidak bisa menemui anak itu. Begitu pun dengan Sonya, usahanya seolah menjadi sia-sia. Lama sekali ia membuntuti Pandu ke mana-mana dan berhenti di depan sebuah taman kanak-kanak, tapi tidak menemukan apa-apa untuk dia curigai. “Sedang apa Pandu di depan taman kanak-kanak itu?” gumam Sonya sambil melajukan kendaraannya setelah mobil Pandu melaju lebih dulu, “siapa yang akan dia temui sebenarnya.” Lagi-lagi Sonya membuang waktunya. Karena setelah dari sekolahan tadi, Pandu kembali ke kantornya. Lelaki itu ternyata sendirian sejak di dalam mobil. Itu artinya, Tama tidak ikut serta. "Aku masih penasaran siapa yang akan dia temui di tempat tadi?” gumam Sonya sambil memainkan jari-jari lentiknya. "Aku sud

