Rindu Alana

1044 Kata

Tama segera pulang ke rumah yang jarang sekali ditempati. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sang bos. “Ini nyaman sekali.” Tama merebahkan tubuhnya sambil memejamkan mata. “Walau tidak sebagus rumah Bos, tapi rumah sendiri itu jauh lebih nyaman.” Dengan cepat laki-laki itu pergi ke alam mimpi. Ia benar-benar merindukan suasana kamarnya di rumah pribadi. Tama tidur sangat lelap sampai suara alarm membangunkannya Ia bergegas mandi dan menjemput sang tuan. Suasana pagi itu benar-benar membuat Tama lebih segar. Selain karena cukup tidur, ia juga merasa lega karena Alan dan Alana akan pindah sekolah. Tama mengetuk pintu kamar sang tuan sambil memanggil nama bosnya. Suara ketukan di pintu itu membuat Pandu menoleh. Dia tak beranjak, melainkan melanjutkan aktivitasnya yang sedang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN