“Saya menjawab bersedia, dan Nona Sonya meminta saya untuk memberi kabar secepatnya," jawab Nani masih dengan menundukkan kepala. Tama terlihat mengembuskan napas panjang. Lalu mengulurkan sebelah tangan untuk memijat pangkal hidungnya. Setelah beberapa saat terdiam, barulah dia berkata, "Baiklah, kamu bisa pergi sekarang. Aku akan mengabarimu lagi besok setelah mendapatkan solusi." "Terima kasih, Tuan," kata Nani tersenyum, merasa bangga pada dirinya sendiri karena telah memberikan sesuatu hal terpenting untuk misinya. Merasa tidak ada lagi urusan di sini, Tama akhirnya pergi. Dia masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan pintu oleh Pak Jo. Setelahnya, segera menginjak pedal gas untuk menjauh dari rumah bosnya itu. Niatnya untuk pulang cepat, beristirahat di rumah yang jarang seka

