Bab 1
"Sial, pusing sekali kepalaku!"
"Ssh....!"
"Ameera pasti memasukkan obat ke dalam minumanku tadi. Dia ingin menjebak ku. Sialan!"
Norah, berjalan sempoyongan menyusuri lorong hotel dimana sahabat nya merayakan ulang tahunnya.
Tubuhnya semakin panas saat ini dan merasa tak nyaman. Dia tahu ada sesuatu yang salah. Dia tak boleh bertemu dengan sembarang orang.
Ceklek....
Norah menemukan satu kamar yang pintunya tak terkunci, dia masuk ke dalam kamar itu dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Mengguyur tubuhnya dengan air dingin berharap jika rasa panas di sekujur tubuhnya segera reda.
"Berengsek kau Amera, berani menjebak ku seperti ini. Kau sudah ku anggap keluarga ku sendiri tapi kau ingin mempermalukan di depan umum!"
Norah Gaia Victoria, berusaha meredam hawa panas di sekujur tubuhnya meskipun dengan resiko dia akan langsung demam tinggi nantinya. Tapi dia tak bisa mengabaikan serangan obat perangsang itu.
#
Sementara itu, di tempat yang lain, seseorang laki laki tengah mengamuk di ruang rapat.
"Kau ingin menjebak ku? Dan menawarkan putrimu sendiri? Wah, ternyata, putrimu ingin menjadi wanita penghibur!" ejek laki laki itu.
Kolega bisnis papinya langsung mengamuk ketika putrinya di rendahkan. Dia menyuruh anak buahnya menyerang laki laki itu.
"Kau terlalu banyak bicara Jeanandra!" teriak laki laki itu.
"Habisi dia!"
Bugh
Bugh
Dak....
Perkelahian sengit itu tak lagi bisa dihindari. Dengan menahan semua hawa panas di sekujur tubuhnya dia menghajar semua orang yang ada disana.
"Sial, jika aku tidak segera kabur dari sini mereka pasti bisa mendapatkan ku!"
"Papi, ini semua salahmu. Aku adukan ke mami nanti!"
Jeanandra Gahari Aldermort, memilih kabur dari sana setelah menghajar semua anak buah kolega papinya. Dia tak bisa bertahan lebih lama lagi. Hawa panas di tubuhnya semakin ingin di salurkan. Dia juga mengumpat dalam hati saat tak melihat asistennya dimanapun.
"Berengsek, kemana Gerald, kenapa malah tak ada pas aku butuh dia!" umpat Jean.
Ternyata pengaruh obat itu semakin kuat karena hawa panas yang dia rasakan semakin kuat.
Ceklek....
Jeanandra memilih masuk ke dalam sebuah kamar yang tak terkunci dan masuk ke dalam tanpa peduli di dalam kamar itu ada siapa karena di belakangnya dia sudah mendengar derap langkah orang banyak yang semakin mendekat.
Klik.....
Jean langsung mengunci pintunya, saat dia berbalik matanya membola ketika melihat ada seseorang perempuan yang tengah berbaring di ranjang dengan masih memakai jubah mandinya.
Hasrat yang sempat dia tahan tadi semakin meningkat apalagi melihat sang gadis terlihat tak terusik dengan kedatangan nya. Jean mendekati gadis itu perlahan. Merangkak naik ke atas tubuh gadis itu.
"Aku tak peduli apa yang terjadi nanti tapi kalau memang aku harus bertanggung jawab nanti aku pasti akan tanggung jawab!"
Jean langsung mencium gadis itu dengan terburu buru. Ciuman yang kasar yang membuat sang gadis membuka matanya lebar.
"Mpph....."
Bugh....
Norah, memukul Jean dengan keras karena terkejut. Norah menatap Jean dengan tatapan tajamnya. Napasnya masih tersengal karena ulah Jean kepadanya.
Jeanandra tak peduli dengan kemarahan Norah, dia bangkit berdiri dengan mata yang merah menahan hasratnya. Dengan gerakan perlahan dia membuka jas miliknya, dan mendekat ke arah Norah.
"A-apa yang kau lakukan? Kenapa melepas pakaian mu?"
Norah memalingkan wajahnya karena Jean sudah bertelanjang d**a saat ini.
"Bantu aku malam ini, aku tak kuat lagi. Ini benar benar menyiksaku!" ucap Jean lirih.
"Apa maksudmu, membantumu? apa yang harus aku lakukan?" tanya Norah bingung.
"Aku akan menceritakan nya nanti tapi sekarang aku ingin kau membantuku."
Norah mengerjapkan matanya berkali kali dan mencoba mencerna apa yang di inginkan laki laki di depannya ini, tapi belum sempat Norah menjawab, bibir laki laki itu sudah menempel di bibirnya. Mata Norah membola ketika Jean terus melumat bibirnya. Berbeda dengan yang tadi, ciuman itu lebih lembut dari sebelumnya. Norah ingin menolak, tapi tubuhnya mengkhianatinya.
" Sialan, tak mungkin efek obat di tubuhku sendiri juga belum hilang!" batin Norah.
Norah terbuai dengan permainan Jean, mereka terus berciuman ketika Jean membuat Norah lupa dengan penolakannya. Jean benar benar memperlakukan nya dengan lembut dari pada sebelumnya.
"Ini yang pertama untukmu?"
Norah mengangguk, perlahan Jean bergerak tanpa ingin menyakiti Norah. Tapi dia tak bisa lagi bertahan efek obat sialan itu.
"Ini akan sakit, aku akan pelan pelan." bisik Jean.
"Sakit....." rintih Norah.
Jean kembali mencium Norah untuk menghilangkan rasa sakit itu. Perlahan, ciuman Jean bisa mengalihkan rasa sakit yang di rasakan oleh Norah.
"Ahhh, kau sempit sekali!" racau Jean di sela permainannya.
Norah tak lagi bisa berpikir jernih kali ini karena permainan gila dari Jean.
Jean bahkan tak bisa berhenti karena semua rasa nikmat yang juga baru dia rasakan pertama kali. Desahan demi desahan terdengar di kamar itu. Norah juga semakin menggila karena apa yang di lakukan Jean pada tubuhnya. Tak saling mengenal tapi saling menikmati.
Entah sudah berapa kali Jean menghujam milik Norah.
"Panggil namaku, Jean." bisik Jean di telinga Norah.
Norah yang setengah sadar pun membuka matanya yang sudah sangat sayu.
"Jean....." panggil Norah lirih.
"Ahhhhh ....."
Jean semakin menghujam dalam ketika mendengar Norah memanggil namanya.
Malam itu, Norah dan Jean melewati malam panas tanpa henti.
Jean baru berhenti saat dirasa Norah sudah tak mampu mengimbanginya dan terlihat kelelahan. Jean akhirnya berhenti dan melepaskan Norah setelah dia menyelesaikan permainan terakhirnya.
Cup...
"Terimakasih sudah membantuku. Aku akan bertanggung jawab untuk apa yang sudah aku lakukan."
Norah yang sudah kelelahan tak menyahut, dia sudah memejamkan matanya meskipun tubuhnya masih belum mengenakan pakaian kembali.
Jean tersenyum tipis melihat wajah tenang Norah yang sudah tertidur lelap. Dia memeluk gadisnya itu dengan erat
"Aku tak akan melepaskan mu, mulai detik ini kau milikku!" bisik Jean.
Setelah mengucapkan itu, Jean ikut terlelap disamping Norah.
Sementara itu, Gerald sudah dilarikan ke klinik terdekat karena dehidrasi parah.
Dia tak sempat mengabari Jean keadaannya. Rapat malam ini adalah pengalaman pertama Jean dan Gerald. Tapi malah berakhir tak baik untuk Gerald.
#
Sedangkan Amera yang menjebak Norah sudah berkeliling di semua hotel itu tapi tak juga menemukan keberadaan Norah.
"Sialan dia berhasil kabur!" umpat Amera kesal.
"Kalau dia sampai tahu apa yang aku lakukan ini, dia tak akan memaafkan ku. Lebih baik aku segera kabur dari sini. Tapi sialnya, aku harus menggantikannya terlebih dahulu. Sialan kau Norah. Jika ada kesempatan lainnya, aku akan membuatmu hancur. Kau sudah merebut semuanya. Kau tak pantas lagi ada di dekatku!"
Amera segera pergi dari sana tanpa tahu siapa yang sudah di usiknya.
to be continued.....