Part 8: Kebahagiaan yang lengkap

1189 Kata
Semenjak hamil, Nayla berubah sangat manja terhadap sang suami. Pada trisemester pertama, Nayla juga mengalami morning sickness yang dirasakan ibu hamil pada umumnya, tapi sangat jarang. Mungkin sang calon bayi mengerti akan kondisi ibunya. Memasuki trisemester terakhir sang suami-Ridwan mewanti-wanti agar Nayla tidak terlalu capek. Bahkan sejak usia 7 bulan kehamilan, Ridwan menyuruh Nayla untuk cuti dari pekerjaannya. Nayla yang sedari tadi sedang bermalas-malasan di atas tempat tidur tidak rela sang suami pergi kerja "Nanti dulu mas. Aku belum puas nyiumi leher kamu". Sejak hamil hobi Nayla mengendus leher suaminya. Alasannya karena bau sang suami sangatlah sedap meskipun belum mandi. "Kan bau asem sayang,aku mandi dulu ya" kata Ridwan. Ia bukannya tidak mau menuruti permintaan Nayla tapi ia risih karena belum mandi. Dengan raut muka sedih ala Nayla, sang suami pun akhirnya mengalah."sini-sini kalau mau cium leher aku, mau cium yang lain juga boleh" ucap Ridwan jahil. Nayla mencubit pinggang sang suami. Ridwan meringis kesakitan tapi juga bahagia, karena sang istri tidak mau jauh-jauh dari dirinya. "Mas, aku udah lama gak makan bakso di pertigaan Waru Doyong itu deh" Ridwan yang sudah tau kode kalau Nayla sedang mengidam segera menimpali "nanti siang kita ke sana ya, mau dijemput dimana?" "Aku mau nungguin Danar terapi mas, Jemput di Yayasan aja" "Kamu jangan kecapekan ya sayang. Lihat tuh perut kamu udah gede banget" ucap Ridwan mengelus perut Nayla yang membuncit. Semenjak cuti dari klinik, Nayla fokus mengurus menjaga Danar. "Iya suamiku sayang, makasih ya, mas udah selalu nurutin ngidamnya aku, maaf kalau mood ku berubah-ubah" ucap Nayla. Ridwan tentu paham kalau mood wanita hamil naik turun bagai roller coaster. "Iya sayang" Ridwan mencium kening Nayla dan semakin mengeratkan pelukannya. "I love you mas " kata Nayla sembari berjinjit untuk mencium bibir Ridwan. Ridwan pun terkekeh dan membalas ciuman Nayla. Hubungan mereka semakin harmonis dan hot saja. Apalagi saat Nayla hamil ini, ia tak malu untuk mengajak itu kepada sang suami. Jika kemarin-kemarin sang suami lah yang sering minta jatah, semenjak hamil Nayla lah yang memegang kendali. Maklum faktor hormon. "Sebelum kamu berangkat sekali lagi ya mas" pinta Nayla malu-malu. Ridwan yang tau apa yang Nayla inginkan saat ini menjawab dengan semangat "Selalu siap untuk istriku tercinta". Akhirnya terjadilah kegiatan panas pasangan halal tersebut. Sesuai janji, Ridwan menjemput Nayla dan Danar di Yayasan. Mereka bertiga menuju kedai bakso Waru Doyong. Nayla tampak memangku Danar sedangkan Ridwan tengah memesan bakso pesanan sang istri. "Mas, nanti habis dari sini kita ke rumah sakit ya. Salsa udah melahirkan" ucap Nayla seraya meletakkan handphonenya. "Sekalian mampir beli kado juga". **** "Assalamualaikum" ucap Nayla. Ridwan yang menggendong Danar mengikuti Nayla dari belakang. Dilihatnya Salsa masih dalam kondisi lemas karena pasca operasi sesar. "Waalaikumsalam" jawab Adrian yang tengah mengendong sang buah hati. "Wah gantengnya ponakan Tante, siapa namanya" tanya Nayla melihat bayi putih bersih yang tengah tertidur di gendongan sang ayah. "Fachri Husain Soetanto" jawab Adrian bangga. Raut kebahagian keluarga kecil semakin lengkap dengan kelahiran baby Fachri. Nayla menghampiri Salsa " gimana kondisi kamu Sal?" Salsa yang hanya berbaring lemah menimpali "masih lemas Nay,kalau boleh milih sih mending lahiran normal Nay". Karena sang bayi terlalu besar yaitu 4 kilo sedangkan pinggul Salsa yang kecil mau tidak mau Salsa harus dioperasi. "Mau lahiran normal atau sesar yang terpenting ibu dan bayi sehat dan selamat" ucap Nayla memegang tangan Salsa. "HPL kamu kapan Nay?" "Masih sekitar semingguan Sal" "Semoga besok persalinanmu lancar ya Nay" "Aamiin" jawab Nayla dan Ridwan bersama. Karena kondisi Salsa yang masih membutuhkan banyak istirahat yang cukup. Nayla hanya sebentar menjenguknya. Sudah hampir seminggu dari waktu menjenguk bayi Salsa. Saat ini Nayla sedang berjalan-jalan disekitar komplek perumahannya. Kata dokter kandunganya, banyak berjalan bisa memperlancar kelahiran. Nayla tidak lupa mengajak Danar untuk berjalan-jalan dengannya. Nayla sangat menyayangi Danar seperti anaknya sendiri. Ia tidak pernah malu menunjukkan pada dunia kalau Danar juga putra kesayangannya. Ia selalu membawa serta Danar kemanapun. Saat melewati ibu-ibu yang sedang membeli di tukang sayur Bang Rahmat, Nayla samar-samar mendengar percakapan mereka. "Itu lho jeng, mau aja nerima anak tiri yang kayak gitu. Kalau aku sih gak mau ngurusin anak yang cuma nyusahin orang tua" Nayla mengelus dadanya. "Bapaknya kan ganteng plus kaya ya pasti maulah nerima anaknya" "Kasihan udah hamil gede gitu masih aja mau ngurusin anak cacat mental" Nayla yang mendengar percakapan tersebut sudah tidak bisa lagi menahan kemarahannya. Ibarat gunung Krakatau siap meledak memuntahkan laharnya. Nayla bersiap-siap hendak mendamprat mulut ibu-ibu rempong tersebut. Sang suami yang ternyata ada dibelakangnya memegang tangan Nayla sambil menggelengkan kepalanya. "Udah Nay" kata Ridwan. Nayla yang melihat sang suami berkata demikian semakin dongkol. "Gak bisa gitu dong mas. Danar itu anak aku ya. Aku gak terima ada orang yang ngejelekin anak aku apapun kondisinya. Musti di sekolahin itu mulutnya" Ridwan tau betul Nayla sangat menyayangi Danar sehingga ia tidak terima ada orang yang menjelek-jelekkan anaknya. Tapi daripada terjadi baku hantam setidaknya Ridwan harus berpikir jernih untuk mendinginkan suasana. Ridwan tau Nayla sedang emosional saat ini. Ia segera memeluk sang istri untuk meredakan kemarahannya. "Udah yuk kita pulang aja. Gak usah kamu ladeni mereka. Biarin aja nanti capek sendiri" Nayla yang dipeluk sang suami dengan lembut hanya mengangguk pelan. Suaminya adalah orang yang sangat sabar, beruntung Nayla mendapatkan suami seperti Ridwan. Hawa positif yang ditularkan oleh sang suami membuat kemarahannya cepat mereda. Hari ini Nayla ingin berkunjung ke rumah sang Abah karena mas Nando mengabarinya kalau sang Abah sedang tidak enak badan. Nayla sudah meminta ijin Ridwan. Tentu saja sang suami memperbolehkannya tapi sayangnya Ridwan tidak dapat mengantar Nayla. Hari ini ia juga menitipkan Danar ke mbak pengasuhnya karena biasanya Nayla akan lama jika dirumah sang Abah. "Assalamualaikum" ucap Nayla memberi salam. "Waalaikumsalam" mas Nando segera membukakan pintu untuk Nayla. "Gimana keadaan Abah mas? Udah kedokter?" Tanya Nayla. "Tadi udah ke klinik. Adrian yang periksa" kata mas Nando. "Aku udah cuti sebulan yang lalu mas" timpal Nayla. Nayla segera menghampiri sang Abah ke kamarnya. Dilihatnya sang Abah sedang tertidur pulas. "Maaf ya mas kamu jadi gak kerja. Harusnya aku yang nemenin Abah" "Gak apa dek. Mas tau kamu capek apalagi kamu hamil besar gini" mas Nando tentu tau kesibukan Nayla. "Makanya mas Nando cepet punya istri biar ada yang nemenin di rumah" celetuk Nayla. Nando hanya tersenyum mengelus kepala sang adik bontotnya. "Doain ya dek lagi usaha ini" kata mas Nando jujur. Nayla terkejut tapi juga senang "Wah berarti udah ada calon nih". "Ada, temen kuliah mas dulu, besok aku kenalin ke kamu" "Alhamdulillah" ucap Nayla. "Aduh mas, perut aku sakit banget" Nayla memegang perutnya sambil merintih kesakitan. "Dek kamu mau lahiran? Duh gimana nih" Nando panik setengah mati. Apalagi ia tidak punya pengalaman mengurusi orang yang akan melahirkan. Nando segera menghubungi Ridwan mengatakan Nayla akan segera melahirkan. Nando segera membawa ke rumah sakit sesuai arahan Ridwan. Proses kelahiran bayi Nayla alhamdulillah lancar dan terbilang cepat. Hanya membutuhkan waktu 5 jam sang bayi cantik itu lahir ke dunia. Bayi yang memiliki dominan sang ayah. Hidung mancung, bulu mata lentik, dan mata kecoklatan seperti sang ayah. Hanya bibir tipis dan rambut hitam yang diwarisi dari Nayla. Nameera Rafsah Al Ghifari. Nama yang diberikan Ridwan untuk sang putri tercinta. Mira panggilannya. Mira membawa kebahagiaan yang lengkap untuk keluarga kecil mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN