Bab 1: Klinik Permata Hati

1037 Kata
"Ibu, ini obatnya diminum 3 kali sehari sehabis makan ya. jangan lupa istirahat dan makan yang teratur. untuk sementara jangan capek-capek dulu. Ini resepnya dan obatnya diambil di kasir depan ya Bu" ujar dokter cantik berjilbab biru tersebut. "Terimakasih ya dok, ngomong-ngomong dokter udah punya pacar belum? Kalau belum saya jodohin sama anak kedua saya mau gak?" Ujar pasien didepannya. "Terima kasih Bu saya sudah ada calon" Itu jawaban yang sering kali diberikan oleh dokter cantik tersebut. Alasan sebenarnya,karena tidak ingin ada pertanyaan selanjutnya atau sesi jodoh-jodohan. Padahal dokter cantik tersebut hingga saat ini masih single. Sudah banyak sekali ibu-ibu dan nenek-nenek yang menjodohkan dirinya dengan anaknya lah, keponakannya lah, bahkan mantan suaminya. Tapi jawaban yang selalu diberikan Nayla adalah saya sudah punya calon. Calon yang hingga kini belum datang. Batin Nayla. Belum lagi kalau pasiennya Bapak- bapak atau om- om yang selalu saja melancarkan modus untuk menggodanya. Yang paling parah kalau udah digoda remaja tanggung yang gak tahu malu mau minta nomor hp pribadinya. Alasannya kalau tiba-tiba kambuh lagi. Banyak perilaku lucu pasiennya, tapi Nayla senang-senang saja. Sebenarnya Nayla tidak memusingkan perihal jodohnya. Toh iya yakin kalau suatu saat nanti dia pasti akan menikah. "Iya ya,pasti dokter cantik seperti dokter Nayla sudah punya pacar atau calon suami. Maaf ya dok" ujar ibu tersebut. "Tidak apa-apa ibu, semoga cepat sembuh ya" kata Nayla sambil tersenyum manis. Pasien tersebut adalah pasien terakhir untuk hari ini. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Karena Nayla praktek dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Ia segera membereskan mejanya dan menyampirkan jas putih kebanggaannya. Pintu terbuka muncul Sarah yang merupakan asisten yang merangkap perawat. "Mbak,udah selesai ya? Jadi makan bareng gak? tapi dokter Adrian belum dateng " kata Sarah. Nayla bekerja di klinik milih keluarga Adrian. Adrian Soetanto adalah sahabat Nayla sejak jaman kuliah. Dia itu kata orang-orang crazy rich Surabaya karena memang anak pengusaha kaya raya dari Surabaya. Meskipun begitu Adrian tidak suka pamer, tidak sombong dan rajin menabung. Setelah lulus kuliah, Nayla sementara ditawari di klinik keluarga milik Adrian karena saat itu lowongan dokter dirumah sakit sudah penuh. jadilah Nayla mengabdi di klinik ini selama 2 tahun dan sangat betah dengan suasana di Klinik Permata Hati. "Tunggu bentar Sar, mungkin masih kejebak macet" jawab Nayla. "Juju sama Arif ikut makan gak?" Selain Sarah, ada Juju, Arif dan Khoirin. Juju bagian apoteker sedangkan Arif administrasi. Kalau Khoirin atau anak-anak manggilnya Irin bagian cleaning service. Jadi di klinik ini setiap harinya ada 5 orang. Klinik ini meskipun kecil tapi fasilitas sangat mewah. "Kayaknya gak ikut deh mbak. Juju lagi diet kalau Arif buru-buru mau jemput pacarnya " jawab Sarah. Sarah yang paling dekat dengan Nayla, karena perbedaan umur mereka hanya 2 tahun dan orangnya asyik diajak ngobrol. Nayla juga menyuruh Sarah memanggilnya mbak kalau diluar atau selesai praktek. "Assalamualaikum sobatku tercinta, sorry telat, biasa macet" kata Adrian melenggang santai tanpa beban. "Alesan aja kamu, paling habis ketemuan dulu sama Salsa kan?" Cibir Nayla. "Jangan suudzon dulu Nay, beneran macet" jawab Adrian. Adrian dan Salsa adalah sepasang kekasih yang sebentar lagi mau nikah. Mereka sudah menjalin kasih saat kuliah. Meskipun banyak cobaan dan rintangan akhirnya perjalanan cinta mereka berbuah manis. Salsa Maheswari sendiri adalah sahabat dekat Nayla sejak kuliah. Kalau Nayla dan Adrian dokter umum berbeda dengan Salsa yang jadi dokter anak. Salsa juga ahli terapis untuk anak-anak berkebutuhan khusus khususnya untuk anak autisme. Salsa bekerja di Yayasan Autisme milik keluarga Ghifari. "Gimana persiapan pernikahan kalian? Kurang dua bulan lagi ya?" Tanya Nayla. " Alhamdulillah udah 80 persen Nay, Gak tau yang kurang apalagi, belum tanya Salsa, Paling ntar kalau ada yang kurang dia ribet sendiri" "Kayaknya Minggu depan aku sama Salsa mau nyari souvenir lagi deh, Soalnya yang terakhir gak cocok" "Gak cocok lagi? Ampun dah" Adrian menepuk jidatnya. Salsa itu Miss perfectionis pokoknya segala sesuatu harus detail, rapi dan tanpa kurang suatu apapun. Salsa beruntung mendapat Adrian. Selain Adrian kaya raya sifat Adrian yang humoris mampu mengimbangi sifat Salsa yang serius. Mereka memang jodoh yang sudah digariskan tuhan. "Gitu-gitu kesayangan dan kecintaanmu" jawab Nayla "Ya iya sih" "Aku pulang dulu ya dri sekalian mau makan sama Sarah " "Ya hati-hati ya, inget lusa kamu ada seminar" kata Adrian. "Oh iya ya,untung diingetin" karena terlalu banyak pasien yang lucu dan unik Nayla lupa kalau akan ada seminar. "Peserta seminarnya sih semangat kalau yang ngisi dokter Nayla yang cantik" sela Juju. "Bisaan aja kamu Ju" jawab Nayla Nayla aktif mengisi seminar sebulan sekali dan kadangkala diundang di tv. Selain pintar dan luwes menyampaikan materi Nayla juga jadi favorit para dokter lelaki. Bahkan dimedia sosial foto Nayla termasuk dalam kategori 10 dokter cantik di Indonesia. Nayla tidak pernah aktif bersosial media. Foto-fotonya diambil oleh para penggemar yang memotretnya diam-diam dan disebarluaskan di media sosial. "Serius Nay,kamu mau nyari yang gimana lagi sih?" Tanya Adrian. "Yang gak gimana-gimana. Yang penting Sholeh dan sayang sama Abah" kata Nayla "Apa kamu masih kepikiran Rayhan" ujar Adrian. Rayhan Setyo Aji. Mendengar nama itu membuat hati Nayla teriris. Sahabat spesial Nayla sejak SMA. Sahabat yang membuat Nayla semangat dan memimpikan masa depan. Kenapa dibilang sahabat karena tidak pernah ada kata pacaran diantara keduanya. Rayhan jugalah sahabat yang membuat Nayla sedih karena menghilang mendadak 5 tahun lalu. Tanpa mengucapkan sepatah katapun tanpa pamit tiba-tiba saja pergi. "Jangan sembarang deh dri" ujar Nayla tak terima. Meskipun didepan seakan pura-pura tidak peduli,tapi sebenarnya didalam hati sakitnya masih terasa. "Kirain kamu belum move on, beberapa hari yang lalu dia kirim email ke aku.katanya mau balik ke indo. Mau ngurus kantornya yang di Jakarta" Rayhan itu sepupu Adrian. Rayhan dan Nayla pertama kali bertemu saat SMA. Kalau Nayla bertemu Adrian saat kuliah dan baru tau kalau mereka sepupu saat kuliah. Rayhan sempat kuliah bareng Nayla sebelum menghilang dan pergi ke London. "Oh" hanya itu satu kata yang diucapkan Nayla. Nayla bingung mau menanggapinya. Toh mereka tidak ada hubungan. Mungkin dulu Nayla akan baper parah saat dengar Adrian cerita soal Rayhan. Gimana gak baper kalau dulu Rayhan begitu perhatian, penyayang, penyabar. Sudah begitu karena wajah tampan dan rupawan Rayhan serta cap pemuda Sholeh yang membuat Nayla semakin baper. Rayhan seakan menanggap Nayla seperti seseorang yang sangat berharga. Tapi itu dulu. Batin Nayla "Yuk sar. Duluan dri" kata Nayla sambil jalan keluar disusul Sarah dibelakang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN