Benar-benar sialan! Jika bukan hal yang sangat penting dan berharga untuknya. Rhea tak akan sudi datang. Dia sudah nyaris terseret mimpi saat ponsel yang ia letakkan di atas nakas terus ribut berteriak-teriak meminta perhatian. Telepon dari seseorang yang memintanya untuk segera datang ke sebuah club, karena sudah mendapatkan informasi yang Rhea butuhkan. Ya, Rhea memang sudah terbiasa dengan dunia malam. Tapi hari ini moodnya sedang buruk dan yang ia butuhkan adalah tidur. Tak ingin aura negatif yang mengepungnya bisa berimbas pada kesehatan, apalagi sampai wajahnya dipenuhi kerutan. Setelah memarkirkan mobil yang dikendarainya. Rhea turun dan memperbaiki letak kacamata hitam yang ia kenakan. Masa bodoh jika ia terlihat aneh karena menggenakan kacamata di jam dua dini hari. Yang penti

