Kembar Tapi Beda - 21

1541 Kata

Nini menatap tak percaya, pada sosok yang kini tersenyum kecil di sampingnya. Memberikan stiletto merah yang nyaris membuatnya tak bisa membeli motor matic yang di impikannya agar tak perlu bersusah-payah berdesakan di angkutan umum saat akan pergi ke mana pun. Sialnya, rasa terkejut hingga membuatnya terbengong lama itu segera berakhir. Ketika kesadaran kembali menamparnya. Rasanya seperti, bak sebuah palu besar yang menghantam belakang kepalanya. Hingga membuat Nini segera bersimpuh dengan tubuh yang sudah ia hadapkan sepenuhnya pada sang nona muda, "m—maafkan saya Non, maaf akan keteledoran saya. T—tapi semua barang Nona tidak ada yang lecet, saya pastikan itu." Ucap Nini yang terus meracau sembari bersimpuh, tak memedulikan raut bingung dan tak nyaman yang Ranu rasakan karena menjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN