Dewa mengela napas, berusaha untuk tak melarikan diri dari kebisingan yang membuatnya tak nyaman. Meraih gelas di atas meja, ia meneguk minumannya. "Seriusan? Lo beneran pesan air putih?" Tanya Argi yang duduk di sofa yang berseberangan dengan Dewa. "Coba deh, biar lo bisa lebih rileks. Sesekali nggak apa-apa. Gue yakin, Rhea nggak bakal marah. Orang dia juga biasa kan ke tempat kaya gini." Menuangkan satu vodka pada gelas yang lain, Argi kemudian menyodorkannya pada Dewa hingga tubuhnya harus di condongkan ke arah sahabatnya yang hanya melihat dengan satu alis mata terangkat. "Buruan, pegal tangan gue, oy!" Alih-alih mengambilnya, Dewa kembali sibuk dengan minumannya sendiri. Dan ... Seperti yang Argi bilang tadi, itu hanya berupa air putih. "Gue nggak mau." Ucapnya singkat. Tak memedul

