Dewa menaiki satu persatu anak tangga dengan langkah pelan. Sesekali, pria itu mengela napas panjang. Tubuhnya lelah dan ingin segera bertemu dengan tempat tidurnya yang nyaman. Benarkah hanya tempat tidur? Bukankah kau juga merindukan sosok istrimu untuk dipeluk? Olok isi hatinya. Ya, benar, tak hanya tempat tidur. Yang ia rindukan tentu saja keberadaan istrinya yang mungkin sudah terlelap. Mengingat ... Dewa melarikan pandangan pada penunjuk waktu yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Sudah pukul sebelas malam. Rhea pasti sudah tidur. Membuka pintu kamarnya, Dewa mengerutkan kening karena lampu masih menyala dengan terang benderang. Kemudian, tatapannya jatuh pada tempat tidur yang kosong dan masih tampak rapi seperti belum di tempati. Kemana istrinya? Apa mungkin ... Rhea bel

