Rhea mengerang kesal, di tengah cuaca yang cukup panas, ia terpaksa harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Karena jalan menuju kontrakan terlalu sempit untuk taksi yang ditumpanginya bisa lewat. Dari balik kacamata hitam yang dikenakannya, Rhea menatap deretan rumah kontrakan yang semuanya terlihat sama. Dari bentuk bangunan hingga cat tembok yang semuanya berwarna hijau muda. Astaga, lalu yang mana kontrakan yang saudari kembarnya tempati? Meski enggan, akhirnya ia memilih untuk bertanya pada salah seorang ibu yang tengah menyapu di depan kontrakannya. Beruntung, Rhea sempat membaca file berisi identitas singkat saudari kembarnya yang ia temukan di dalam amplop coklat pemberian orang suruhannya. Rhea pikir, pria itu hanya memberi beberapa lembar foto dan alamat. Tapi ternya

