Rhea meringis karena harus duduk melantai. Astaga, apa saudarinya itu tak memiliki kursi yang layak untuk menjamu tamu? Atau setidaknya alas yang bisa membuat nyaman tanpa harus duduk melantai seperti ini. Semacam karpet ata apa pun itu? Dalam hati Rhea harus mengingatkan diri, sepulangnya dari sini, ia harus membersihkan tubuh dan membuang pakaian yang dikenakannya sekarang. Ya, meskipun lantai yang terasa dingin yang kini didudukinya terlihat bersih, siapa yang tau ada berbagai kuman dan bakteri yang bisa mengancam kesehatan kulitnya kan? Ah, atau ia juga mendatangi Dokter kulit langganannya sekalian? "Gila, ini rumah apa oven raksasa? Panas banget!" Bisik Rhea sembari menggerutu sebal. Tak ingin Ranu mendengar keluhannya yang susah payah ia tahan sedari tadi. Tangan lentik dengan kuku

