"Niniiiii!" Rhea berderap memasuki kediaman orangtuanya dengan wajah keruh, "astaga, Niniiiii!" Ulangnya saat pelayan pribadinya tak juga menunjukkan diri di hadapan Rhea. Sementara pelayan lain hanya bisa meneguk ludah kelu, sembari menundukkan kepala hormat melihat kedatangan nona muda mereka yang kembali tampak murka. Dan sungguh sial, karena lagi-lagi Nini yang akan menjadi tempat amukan. Mereka hanya bisa berempati pada pelayan muda satu itu. "I—iya, iya Nona," Nini tersengal dan nyaris tersungkur karena tersandung kakinya sendiri jika tak sigap menyeimbangkan tubuh. "Siapkan keperluan mandi gue sekarang!" Titah Rhea tanpa menghentikan laju langkahnya dengan Nini yang sekarang mengekor di belakang. Menapaki satu persatu anak tangga menuju lantai atas di mana letak kamarnya berada.

