Kembar Tapi Beda - 28

1119 Kata

Ranu memeluk erat tas selempang sebagai pengalihan rasa takut yang tiba-tiba saja merongrongnya. Saat ini, ia tengah berjalan kaki menuju kontrakan setelah mencari makan malam. Sialnya, hujan yang tiba-tiba mengguyur membuat Ranu tertahan di sebuah rumah makan nyaris satu jam. Ia juga memutuskan untuk makan di tempat selagi menunggu hujan reda. Meski pada awalnya memilih untuk membungkus menu yang akan ia santap sebagai makan malamnya di kontrakan. Udara dingin membuat Ranu merapatkan cardigan biru yang dikenakannya. Berjalan dengan langkah cepat dan berusaha tak menolehkan kepala ke arah belakang. Ranu tak tau, apakah tengah berhalusinasi atau rasa takut karena berjalan seorang diri di jalanan yang telah sepi dan penerangan remang-remang sebagai pemicunya. Tapi ... Ia merasa tengah dii

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN