Menaikkan selimut hingga sebatas dagu, Ranu menatap langit-langit kamar. Kantuk tak juga datang meski sejak tadi dia merebahkan diri. Apa mungkin ... Karena resah yang kini merongrongnya? Hingga terseret lelap pun sulit? Mengembuskan napas, Ranu mencuri pandang pada penunjuk waktu yang tergantung di dinding kamar. Pukul setengah dua belas malam. Tapi ... Ranu melirik sisi kiri tempat tidurnya yang masih kosong. Tak ada seseorang yang biasanya berbaring di sana menemaninya. Sekali pun rasa takut itu sesekali menggeliat keluar. Terlebih, saat bayangan mengerikan di apartemen kembali menggentayangi pikirannya. Ranu tetap tak tenang, saat mengetahui Dewa yang belum juga pulang ketika waktu telah begitu larut seperti sekarang. Apa pria itu lembur di kantornya? Atau mungkin ... Dia tak tau k

