Kembar Tapi Beda - 19

1642 Kata

Dewa menatap tak percaya, pada sosok yang ditunjuk oleh keponakan manisnya. Di sana, tampak seorang pria berambut gondrong dengan tubuh besar yang tengah duduk sembari mengorek telinga kirinya. Mungkin, karena merasa tengah diperhatikan, pria itu menoleh kearah Dewa, hingga mata keduanya bersirobok. Awalnya, pria itu menatap sangar, tapi kemudian, bibir kehitaman yang diatasnya ditumbuhi kumis cukup tebal itu melengkungkan senyuman manis dan mengedipkan satu mata dengan gaya genit. Membuat Dewa terbelalak ngeri. "S—sayang, ayo kita pulang. Om takut kesambet lama-lama di sini," ucap Dewa tergagap karena diterjang rasa gugup, lalu meraih tubuh kecil Anna dalam gendongannya. "Kesambet itu apa Om?" Tanya Anna sembari mendongak menatap Dewa penuh rasa ingin tau seperti biasanya. "I—itu es kr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN