Dewa mencuri pandang ke arah wanita berambut pendek yang diombre warna abu-abu dan ungu, sialnya, ia tak bisa lagi menemukan sosok itu. Ya, tentu saja ia kehilangan jejak. Waktunya tersita ke hal lain. Sekarang, tak hanya rasa penasaran yang menggerogoti isi kepala, tapi juga rasa bersalah pada wanita paruh baya yang kini sudah kembali berdiri dengan Dewa yang menyerahkan satu kantung plastik berisi buah-buahan yang berhasil dikumpulkan, setelah sebelumnya tercecer. Mereka sempat menjadi perhatian orang-orang yang berlalu lalang di sekitar koridor rumah sakit karena hal ini. Tapi Dewa berusaha untuk bersikap tak acuh pada beberapa mata yang menatap dengan raut penasaran. "Sekali lagi saya benar-benar minta maaf, Bu. Dan, bagaimana jika buah-buahan yang jatuh tadi saya ganti?" Tawar Dewa y

